PERBEDAAN PATUH DAN BERBUAT BAIK

Di dalam Al Quran sudah dijelaskan, bahwa kita diwajibkan untuk mematuhi segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan Nya. Selain itu, kita juga diperintahkan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua kita. Lalu, adakah perbedaan antara patuh dan berbuat baik? Bagaimana jika terjadi perbedaan pendapat antara keduanya? Siapakah yang harus kita taati? Allah SWT atau orang tua kita tercinta?

Arti patuh menurut bahasa adalah menurut dan menaati segala perintah serta aturan yang telah ditetapkan. Misalnya, kita diperintahkan untuk menjalankan puasa di bulan Ramadhan. Maka, kita harus menjalankan dan menaati perintah tersebut.

Sedangkan berbuat baik dalam Al Quran artinya segala sesuatu yang diniatkan untuk mencari keridhaan Allah SWT. Di dalam surat Luqman ayat 14 telah dijelaskan betapa pentingnya kita berbuat baik kepada kedua orang tua kita.

Allah SWT berfirman dalam surat Luqman ayat 14:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ


Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

Dari ayat di atas, sudah jelas bahwa kita harus membalas jasa orang tua kita dengan cara berbuat baik kepada keduanya. Misalnya, kita membantunya bekerja dan membahagiakan keduanya.

Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al Israa’ ayat 23-24:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.’” (Al-Israa’ : 23-24).

Sudah jelaskah jawaban atas pertanyaan yang saya ajukan tadi? Bukankah hal ini dapat mempermudah kita dalam menolak secara halus perintah orang tua kita, yang dirasa tidak sesuai dengan perintah Allah SWT maupun ajaran Rasulullah SAW? Mari kita renungkan bersama akan hal tersebut….

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: